Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Fistula ani adalah bahasa dalam dunia medis untuk saluran yang terbentuk karena kemungkinan terinfeksi diantara bagian akhir usus, yaitu diantara lubang anus dan kulit di sekitar daerah anus.

Gejala ditandai dengan iritasi pada kulit anus, terasa sakit terus menerus dan sangat mengganggu ketika duduk, bergerak, batuk maupun buang air besar, serta ditemukan lendir atau darah saat buang air besar.

Penyebab Utama

Dapat disebabkan karena telah terjadi infeksi pada kelenjar anus sehingga menyebabkan timbulnya penumpukan nanah. Terbentuk pada saluran di bawah permukaan kulit yang terhubung kelenjar yang terinfeksi. Jika tak dapat kering dengan sendirinya, maka nanah tersebut harus dikeluarkan dengan cara melakukan operasi.

Kategorinya tergantung dengan kondisi dan posisinya, ada yang rendah maupun tinggi. Hal ini tergantung jauh dekat posisinya dengan otot sphincter (kumpulan otot pada ujung anus). Fistula ani ada yang kompleks atau sederhana, semua itu tergantung dengan apakah hanya terdapat satu saluran fistula atau ada jaringan saling terhubung.


Secara umum terdapat dua penyebab utama, yaitu:

Infeksi pada anus

Infeksi pada anus biasanya disertai dengan abses atau penumpukan nanah pada anus. Nanah muncul setelah kelenjar kecil di dalam anus terinfeksi bakteri. Hal ini sering terjadi pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Ketika fistula disertai nanah, maka tubuh akan mengalami demam tinggi, lemas dan merasa lelah.

Peradangan pada usus

Disebabkan karena terdapat komplikasi dan gangguan pada usus besar. Hal ini diakibatkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

  • Divertikulitis atau infeksi pada kantong kecil bagian samping usus besar.
  • Penyakit Crohn, keadaan kronis yang menyebabkan inflamasi di dinding sistem pencernaan.

Penyebab lainnya

  • Kanker anorektum.
  • Tuberkolosis (TBC), karena bakteri pada infeksi paru-paru dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Penyakit menular seksual (sifilis dan klamidia).
  • Komplikasi akibat dari operasi.
  • Bawaan dari lahir.

Cara Mengatasi

Penanganan biasanya dilakukan dengan cara melakukan operasi. Jenis operasi yang akan diterapkan tergantung dengan posisi fistula.

Setelah melakukan operasi, disarankan untuk menggunakan pakaian yang longgar dan duduk menggunakan bantal sehingga luka akibat operasi lebih cepat sembuh. Penyembuhan membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu sejak operasi. Pada minggu-minggu pertama, bekas luka kemungkinan akan mengeluarkan darah dan cairan, jadi sebaiknya menggunakan pembalut atau handuk kecil di celana dalam.

Setelah operasi, kemungkinan resiko komplikasi yang timbul berbeda-beda, tergantung dengan jenis prosedur operasi yang dilakukan. Resiko komplikasi yang kemungkinan terjadi adalah infeksi, inkontinensia usus, kondisi fistula ani kembali terulang.

Jika setelah operasi mengalami komplikasi seperti mual, infeksi, susah buang air kecil, demam tinggi, nyeri dan bengkak disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan secara medis.

Baca Juga